SIFAT DASAR MANUSIA DAN CARA MENGATASINYA

>> Wednesday, May 12, 2010

 sebelumnya

Manusia diciptakan disertai sifat-sifat dasar, disamping sifat positif juga yang negatif. Apabila tidak diarahkan ke yang positif, maka akan menjadikannya ke dalam kerugian. Allah SWT berfirman :


Demi masa.
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Hal ini merupakan  masalah yang sangat serius, karena bila manusia tetap pada tabiat dasar itu (dzaluman jahuula, misalnya), maka ia berada dalam kerugian yang nyata. Oleh karena itu, manusia harus berjuang untuk mengatasinya. Secara umum mengatasinya adalah dengan beriman kepada Allah dan melaksanakan amal sholeh, serta saling nashat menasihati untuk tetap dalam haq dan kesabaran.
Untuk itu marilah kita mengenali sifat-sifat dasar itu dan cara mengatasinya.


1. Keluh kesah dan kikir.
 
 
Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir,  (Al Ma'aarij :19-21)

Keluh kesah dan kikir, timbul karena tidak adanya rasa syukur atas karunia Allah yang diberikan dan tidak sabar atas cobaann Nya. Sehingga ia senantiasa merasa kurang dan tidak cukup dalam segala hal dan tidak sabar atas musibah-musibah yang menimpanya. Apabila sifat ini dituruti, maka manusia akan terombang ambing dalam keragu raguan, dan sikap syu'udzan kepada Allahm sehingga mengingkari ni'mat yang telah Allah berikan.
Untuk itu, sifatini harus dluruskan, dan diarahkan kepada arah yang benar, yaitu dengan mengerjakan shalat dan amalan-amalan shaleh lainnya Sedangkan untuk mengatasi sifat kikir yaitu dengan menginfakkan harta kepada fakir miskin.


 



 


 



 

Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya, dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu, bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta), dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan, dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya.Karena sesungguhnya azab Tuhan mereka tidak dapat orang merasa aman (dari kedatangannya). Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. Dan orang-orang yang memberikan kesaksiannya. Dan orang-orang yang memelihara shalatnya.Mereka itu (kekal) di surga lagi dimuliakan. (Al Ma'aarij :19-35)

selanjutnya 

Read more...

Teman

http://semodir.blogspot.com/. Powered by Blogger.

  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP